Sekarang ini bukan zamannya sihir-menyihir, “Bin sala bin”, tapi haruslah berpikir, berusaha, berdo’a dan berharap. Karena kita punya keyakinan, “Kun fayakun” Kalau Dia berkehendak, maka semua akan terjadi. Cara agar Allah menghendaki yang kita mau ialah berdo’a dan berusaha, memohon pada-Nya.
Pikirkan kembali, renungkan lagi dan resapilah berulang kali. Apa inspirasi terbaikmu? Kenali dirimu, maka orang lain akan mengenalmu.
Kamu akan bangkit dari jurang kemalasan ketika kamu punya inspirasi terbaik dalam hidupmu, ketika kamu punya cita-cita yang tinggi dan ketika hatimu sirna dari kegelapan.
Bangkitlah dari kemalasan, pandang ke depan dan kobarkan semangat untuk menggapai kesuksesan, sebab ia tidak akan datang kecuali kamu sendirilah yang menjemputnya.
Hanya orang yang tak punya mimpilah yang terusan memelihara kemalasan, dan jika kamu punya mimpi tapi nyatanya kamu bermalas-malasan, maka sesungguhnya itu bukanlah mimpimu, itu hanyalah menimbun kesalahan dan kekalahanmu.
“Berani bermimpi sukses, harus rela membunuh kemalasan diri sendiri”.
Malas tertindas, lambat terlampaui dan berhenti mati.
Jika kamu tidak tahan dengan perihnya belajar, maka bersiaplah menjadi orang yang terperih sedunia.
Dunia tidak akan tersenyum padamu sebelum kamu mengorbankan sesuatu untuknya, pengorbanan itu ialah; belajar yang giat dan berusaha yang keras.
Ayo! Kejar dan tangkap. Jangan sia-siakan kesempatan emasmu, karena besok, lusa dan selanjutnya belum tentu kamu memiliki kesempatan emas tuk kedua kalinya. Semua akan berganti dan berlalu.
Cara membunuh kemalasan diri sendiri adalah menumbuhkan semangat baru.
-Jadilah manusia yang bermanfaat bagi umat, jangan hanya menikmati manfaat dari ummat yang lain. []
Kairo, 11 Mei 2016.
Sumber : www.islampos.com
